
KolomData.id – Makassar – Proses pemilihan calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) telah rampung. Dari enam bakal calon yang mengikuti tahapan penyaringan, tiga di antaranya dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Prof Jamaluddin Jompa unggul telak dengan perolehan 74 suara senat akademik, disusul Prof Budu dengan 18 suara, dan Prof Sukardi Weda yang meraup satu suara. Ketiganya dipastikan bakal berebut suara Majelis Wali Amanat (MWA) pada Januari mendatang.
Senat akademik merupakan organ universitas yang beranggotakan para guru besar dan perwakilan fakultas, sementara MWA adalah organ tertinggi yang memiliki kewenangan memilih dan menetapkan rektor. Karena komposisi keduanya berbeda, tiga kandidat yang lolos harus memulai perhitungan dari nol kembali. Orang-orang yang duduk di senat akademik tidak sama dengan mereka yang berada di MWA. Kondisi ini membuat hasil penyaringan di senat akademik tidak bisa dijadikan patokan pasti untuk menentukan siapa yang akan keluar sebagai rektor.
Persaingan ketat diprediksi hanya akan melibatkan dua kandidat, yakni Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Budu. Situasi ini disebut-sebut mengulang momentum pemilihan rektor sebelumnya. Saat itu, Prof Budu unggul dengan perolehan sembilan suara MWA, sedangkan Prof Jamaluddin Jompa hanya meraih dua suara. Namun, Prof Jamaluddin Jompa mendapatkan sembilan suara dari menteri, sehingga ia unggul dua suara dari Prof Budu dan berhak menjadi rektor.
Kini kondisinya terbalik. Prof Jamaluddin Jompa unggul di senat akademik, sedangkan Prof Budu berada di urutan kedua. Meski demikian, posisi tersebut tidak menjamin hasil akhir. Kondisi masih bisa saja berbalik. Prof Budu berpeluang terpilih menjadi rektor, namun ia harus memastikan bisa meraih suara lebih banyak dari dua lawannya di forum MWA.
Pemilihan rektor Unhas menjadi perhatian karena melibatkan dua tahap penjaringan yang berbeda karakter. Senat akademik menilai kandidat berdasarkan kapasitas akademik dan rekam jejak di lingkungan kampus. Sementara MWA, yang terdiri dari perwakilan senat, pemerintah, masyarakat, dan alumni, memiliki pertimbangan yang lebih luas dalam menentukan pemimpin universitas.
Dengan komposisi MWA yang berbeda dari senat akademik, tiga kandidat tidak bisa mengandalkan hasil penyaringan sebelumnya. Setiap suara di MWA harus diperebutkan melalui mekanisme yang berlaku. Prof Jamaluddin Jompa, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda sama-sama memiliki kesempatan yang sama untuk meyakinkan para pemilik suara.
Hasil akhir pemilihan rektor Unhas baru akan diketahui pada Januari mendatang. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memimpin universitas yang berlokasi di Makassar ini untuk periode berikutnya. Dinamika yang terjadi sejauh ini menunjukkan bahwa kontestasi di MWA masih terbuka lebar bagi ketiga kandidat yang telah lolos. (*)

Tinggalkan Balasan