Polemik penanganan perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Asking Syam akhirnya mencuat ke permukaan. Kuasa hukum korban mempertanyakan komitmen aparat Kepolisian Resor Luwu Timur dalam mengusut tuntas laporan yang telah mereka layangkan. Desakan agar proses hukum berjalan transparan dan profesional pun disuarakan lantaran hingga kini tak ada kepastian mengenai perkembangan kasus tersebut.

Menurut penuturan Untung Amir, selaku penasihat hukum pelapor, berkas aduan telah diterima oleh Polsek Nuha pada 30 Agustus 2025. Akan tetapi, sejak saat itu, tidak ada kejelasan apakah perkara ini tengah berada dalam tahap penyelidikan ataupun sudah ditingkatkan ke penyidikan. Yang mereka ketahui hanyalah bahwa berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke tingkat Polres. Ketidakjelasan inilah yang kemudian memicu pertanyaan besar dari tim kuasa hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Untung Amir dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Warkop Tanah Abang pada Kamis, 20 November 2025. Dalam kesempatan itu, ia didampingi oleh dua rekan penasihat hukum lainnya, yaitu Agus Melas dan Amril Firdaus. Ketiganya kompak mendesak penyidik untuk segera bergerak cepat dan menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan perkara yang menimpa klien mereka.

Untung Amir mengungkapkan bahwa pihaknya sejatinya mengapresiasi kinerja kepolisian. Namun, di sisi lain, ia merasa janggal karena Asking Syam justru telah berstatus sebagai tersangka dalam perkara lain, sementara laporan yang mereka buat seolah berjalan di tempat. Perlakuan yang tidak seimbang ini memunculkan kesan bahwa laporan dari kliennya kurang mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Ia lantas memaparkan substansi perkara yang tengah mereka perjuangkan. Asking Syam dilaporkan menjadi korban pencemaran nama baik melalui media sosial Instagram. Sejumlah akun diduga kuat sengaja mengunggah foto Asking Syam dengan narasi yang provokatif dan merendahkan. Bahkan, beberapa komentar kasar turut disematkan dalam unggahan tersebut, yang dinilai telah menyerang kehormatan serta martabat pribadi dan keluarganya.

Sebagai barang bukti, tim kuasa hukum telah mengamankan tangkapan layar dari beberapa akun yang mereka curigai. Akun-akun tersebut antara lain bernama aryadutasanjayaa, airaptrirmdn, urelectrilovee, dan Ar_koneaza. Menariknya, keempat pemilik akun tersebut diakui oleh Asking Syam sebagai orang-orang yang dikenalnya. Hal ini tentu menambah kecurigaan bahwa unggahan negatif tersebut bukanlah sebuah kebetulan belaka.

Asking Syam sendiri bukanlah sosok asing di wilayahnya. Ia dikenal luas sebagai seorang aktivis yang juga berprofesi sebagai pengusaha. Dalam dunia organisasi, namanya cukup disegani karena menjabat sebagai Ketua Umum Forum Lentera Sorowako. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Penasehat Forum Pemuda Desa Sorowako Baru (FPDSB) dan turut aktif sebagai salah satu Tokoh Pemuda Persatuan Kekeluargaan Massenrengpulu.

Peristiwa yang menjadi akar dari perseteruan ini bermula dari sebuah insiden saat terjadi kebakaran hebat di Jalan Andi Jemma, Desa Sorowako, pada Rabu, 27 Agustus 2025. Saat itu, Asking Syam tengah membantu tim pemadam kebakaran. Di tengah kekacauan, terjadi cekcok dengan Musran, yang juga seorang aktivis dan pengusaha. Pertengkaran tersebut dipicu oleh perebutan selang air untuk menyemprotkan air ke arah api.

Ketegangan yang terjadi antara keduanya sempat memanas hingga Asking Syam secara refleks menyundulkan kepalanya ke arah kepala Musran. Aksi tersebut sontak menjadi perhatian banyak orang yang berada di lokasi. Beruntung, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama warga setempat segera turun tangan untuk memisahkan dan menenangkan kedua pihak yang terlibat adu mulut tersebut.

Naasnya, momen perselisihan itu terekam oleh kamera ponsel warga dan videonya pun viral di berbagai platform media sosial. Tak lama berselang, unggahan-unggahan bernada negatif mulai bermunculan. Foto Asking Syam diunggah ulang dengan disertai kata-kata makian dan tuduhan yang menusuk. Akibatnya, nama baik Asking Syam serta keluarganya menjadi bulan-bulanan warganet tanpa bisa berbuat banyak.

Di akhir pernyataannya, Untung Amir menegaskan bahwa publik sudah menyaksikan langsung bagaimana video peristiwa tersebut beredar luas. Ia berharap masyarakat dapat bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi untuk menghakimi. Kepada penyidik Polres Luwu Timur, ia memohon agar perlindungan hukum diberikan secara adil dan imparsial bagi seluruh pihak yang berperkara. Permintaan ini disampaikan langsung di hadapan istri Asking Syam beserta sanak keluarga yang hadir mendampingi dalam konferensi pers tersebut.