Keputusan sepihak yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem bernomor 167-Kpts/DPP-NasDem/V/2025 telah memicu gelombang penolakan keras dari ribuan konstituen di wilayah Malili-Wasuponda. Mereka menilai tindakan pemecatan terhadap HM Siddiq BM yang juga berujung pada pencopotan jabatannya sebagai anggota DPRD Luwu Timur merupakan bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat. Dalam waktu dekat, gugatan hukum akan dilayangkan jika pimpinan DPRD setempat tetap memaksakan proses pergantian antarwaktu tersebut.

Massa yang tergabung dalam pertemuan akbar tersebut menyatakan kesiapan mereka untuk turun ke jalan dan melakukan perlawanan secara terang-terangan. Jois Andi Baso, seorang warga Malili yang hadir dalam forum itu, melontarkan kritik pedas terhadap sikap Aji Arfa yang dinilainya sudah melampaui batas kesopanan. Baginya, tindakan ini bukan sekadar persoalan internal partai, melainkan telah menyentuh harga diri masyarakat yang merasa terus-menerus dizolimi. Ia menegaskan bahwa segala bentuk penindasan harus dihadapi dengan keberanian, bukan didiamkan begitu saja.

Sebelumnya, masyarakat masih bisa menerima ketika HM Siddiq BM hanya diberhentikan dari posisi Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur. Namun, ketika surat pemecatan sebagai anggota legislatif terbit, situasi berubah menjadi konfrontasi total. Jois menekankan bahwa persoalan ini bukan hanya milik Siddiq seorang diri, melainkan milik seluruh warga yang telah memberikan suaranya. Ia menyebut keputusan partai tersebut sebagai aksi balas dendam yang tidak masuk akal dalam kancah politik, sehingga sudah sepatutnya dilawan dengan tegas tanpa ragu-ragu.

Semangat massa semakin berkobar ketika Jois menyerukan agar tidak ada lagi ruang untuk bersikap lunak. Ia mengajak semua pihak untuk bersikap agresif dan tidak gentar menghadapi tekanan, dengan nada yang menggebu-gebu ia meminta agar segala bentuk perlawanan dilakukan secara total. Pernyataan itu disambut dengan teriakan dukungan dari seluruh peserta yang hadir, menandakan bahwa mereka siap melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dalam waktu dekat.

Ipul, warga Kecamatan Wasuponda yang juga turut hadir, menyuarakan kekecewaan mendalam atas sikap partai berlambang matahari tersebut. Ia menegaskan bahwa rakyatlah yang telah memilih dan mempercayakan mandat kepada HM Siddiq BM, sehingga pemecatan sepihak ini dianggap sebagai pelecehan terhadap hak politik masyarakat. Ia menegaskan penolakan mereka tidak akan pernah luntur, dan partai NasDem dinilai telah mencederai kepercayaan publik yang selama ini diberikan.

Melalui surat keputusan yang sama, DPP NasDem secara resmi menunjuk Saparuddin sebagai pengganti HM Siddiq BM di kursi DPRD Luwu Timur. Namun, langkah ini mendapat tentangan besar dari seluruh konstituen yang merasa hak pilih mereka dikhianati. Mereka bersumpah akan memperjuangkan suara rakyat hingga titik darah penghabisan, dan menuntut agar pimpinan DPRD Luwu Timur bersikap tegas dengan tidak melaksanakan pergantian yang dinilai cacat prosedur tersebut. Jika tuntutan ini diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang protes akan meluas dan berujung pada aksi hukum yang lebih masif.