Perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 pada tahun 2025 ini diwarnai dengan aksi spektakuler di Kabupaten Barru. Sebuah kain merah putih raksasa direntangkan membentang hingga mencapai panjang 800 meter, sebuah pemandangan yang berhasil menyedot perhatian ratusan warga setempat yang berbondong-bondong menyaksikan serta mengabadikan momen langka tersebut. Harapan akan tumbuhnya semangat kebangsaan di tengah masyarakat menjadi tujuan utama di balik digelarnya kegiatan yang luar biasa ini.

Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H, bersama Ketua Bhayangkari, Ny. Rina Ananda, memimpin langsung jalannya prosesi yang berlangsung pada Jumat, 15 Agustus 2025 tersebut. Ribuan personel kepolisian dari Polres Barru beserta para istri turut serta ambil bagian dalam mengawal dan membentangkan kain simbol negara itu di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Rute pembentangan dimulai dari kawasan Tugu Payung, kemudian melewati halaman Mapolres Barru, dan berakhir di area Taman Makam Pahlawan Sumpang Binangae.

Angka 800 meter yang digunakan untuk membentangkan bendera tersebut bukanlah tanpa makna. Sang Kapolres yang juga dikenal dengan julukan Panglima Timur itu menjelaskan kepada awak media bahwa panjang tersebut merupakan representasi simbolis dari usia kemerdekaan bangsa yang telah mencapai angka delapan puluh tahun. Pihak kepolisian berkeinginan agar di usianya yang ke-80 ini, Indonesia senantiasa mengalami kemajuan dan kesejahteraan yang berkelanjutan di masa depan.

Lebih lanjut, perayaan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Proklamasi ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai patriotisme di kalangan warga Barru. AKBP Ananda berharap bahwa melalui aksi teatrikal ini, ingatan kolektif masyarakat tentang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kemerdekaan yang telah gugur dapat kembali tersegar. Ia menegaskan bahwa harapan besarnya adalah seluruh lapisan masyarakat dapat memupuk jiwa nasionalisme serta terus mengingat betapa berharganya kemerdekaan yang telah diraih dengan tetesan darah dan air mata para pendahulu bangsa.