KolomData.id – Makassar – Pasokan bahan bakar minyak ke Sulawesi Selatan dilaporkan meningkat dari sekitar 700 kiloliter menjadi 1.300 kiloliter per hari. Kenaikan itu nyaris dua kali lipat dibanding pasokan sebelumnya. Meski begitu, antrean di sejumlah SPBU belum sepenuhnya terurai sehingga Pemerintah Provinsi Sulsel masih meminta tambahan kuota. Kiloliter merupakan satuan volume yang biasa dipakai dalam pencatatan pasokan BBM, setara seribu liter.
Pemprov Sulsel telah mengirim surat usulan penambahan kuota sekitar 30 persen kepada pemerintah pusat. Usulan itu disampaikan karena pasokan yang ada dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan. Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan mengenai besaran tambahan yang bisa diberikan. Artinya, jumlah tambahan yang akan diterima Sulsel belum final dan masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta Pertamina menganalisis dampak peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Permintaan itu muncul di tengah lonjakan pasokan yang belum sepenuhnya mampu mengurai antrean. Analisis itu dinilai penting untuk menghitung kebutuhan kuota yang tepat bagi Sulsel. Dengan begitu, penambahan kuota yang diajukan tidak sekadar mengejar volume, tetapi sesuai pola peralihan konsumen yang terjadi.
Sebagai langkah sementara, sistem ganjil-genap pengisian BBM di SPBU Sulsel diberlakukan pada 13–20 September 2026. Kebijakan itu diterapkan untuk mengatur pembelian di SPBU selama pasokan belum sepenuhnya pulih. Sejumlah titik, seperti SPBU di Jalan Sungai Saddang Makassar, berangsur kembali normal. Kondisi itu menunjukkan beban di sebagian SPBU mulai berkurang, meski belum merata di seluruh wilayah.
Pemprov Sulsel berada di posisi menunggu dua hal sekaligus: keputusan pemerintah pusat atas usulan tambahan kuota sekitar 30 persen, serta hasil analisis Pertamina soal peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Keduanya menjadi dasar untuk menentukan besaran kuota yang benar-benar dibutuhkan. Selama keputusan itu belum keluar, sistem ganjil-genap masih menjadi penopang utama agar antrean tidak kembali memanjang.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan aktivitas ekonomi yang padat, sehingga pasokan BBM harian menjadi kebutuhan yang langsung terasa dampaknya bagi masyarakat. Kenaikan pasokan dari sekitar 700 kiloliter menjadi 1.300 kiloliter per hari belum sepenuhnya mengurai antrean. Karena itu, tambahan kuota yang masih ditunggu menjadi penentu apakah kondisi di SPBU kembali normal secara menyeluruh.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan