KolomData.id – Wamena – Seorang sopir lajuran asal Toraja, Aris Sanda, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa itu terjadi ketika korban membawa penumpang dari Wamena menuju Mbua, di kawasan tanjakan Gunung Boy. Dalam laporan yang beredar, kendaraan korban dibakar setelah penembakan.
Aris Sanda disebut sebagai sopir lajuran, yakni pengemudi yang melayani angkutan penumpang antardaerah di jalur tersebut. Ia berasal dari Toraja dan menjalani pekerjaan itu di Wamena. Perjalanan yang tengah dilakoninya saat kejadian adalah rute dari Wamena menuju Mbua, dengan titik kejadian di kawasan tanjakan Gunung Boy. Lokasi itu masuk wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Setelah penembakan, kendaraan yang digunakan korban dibakar. Laporan yang beredar menyebut pembakaran itu terjadi setelah aksi penembakan. Ucapan duka atas meninggalnya Aris Sanda membanjiri media sosial. Duka datang terutama dari warga Toraja dan warga Papua yang mengenalnya.
Kelompok TPNPB dalam siaran persnya mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Mereka sekaligus menuding korban merupakan agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai sopir lajuran. Tudingan itu disampaikan lewat siaran pers yang sama dengan klaim tanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih mendalami peristiwa itu. Sejumlah pihak mengimbau warga yang melintasi jalur Wamena–Mbua meningkatkan kewaspadaan. Imbauan itu menyusul situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif.
Jalur Wamena–Mbua menjadi perhatian karena peristiwa ini terjadi saat korban sedang membawa penumpang. Situasi keamanan di jalur tersebut disebut belum sepenuhnya kondusif. Warga yang hendak melintas diminta lebih waspada menyusul peristiwa yang menimpa sopir lajuran asal Toraja itu.
Sumber: Harian Fajar
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan