Momentum penting bagi umat Islam di Kabupaten Bone terukir melalui terselenggaranya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat yang berlangsung di Aula Masjid Agung Al Ma’arif Bone. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Sinergi Ulama, Zuama, dan Cendekiawan sebagai Pilar Pembangunan Karakter dan Moral Bangsa” ini menjadi panggung pelantikan pengurus Komite Dakwah Khusus (KDK) serta perumusan berbagai program kerja strategis untuk periode mendatang.
Ketua MUI Kabupaten Bone yang baru terpilih untuk masa khidmat 2025-2030, Prof. Dr. K.H. M. Amir HM, melontarkan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim panitia. Menurutnya, kerja keras yang dilakukan tanpa banyak publisitas ternyata mampu membuahkan hasil yang luar biasa. Ia bahkan mengakui sempat diliputi keraguan pada tahap awal persiapan karena dana yang tersedia sangat minim, namun kekompakan dan keikhlasan panitia membuktikan bahwa niat baik yang tulus senantiasa melahirkan pencapaian besar.
Dukungan terhadap langkah MUI Bone juga datang dari jajaran pemerintah daerah. A. Yusuf selaku Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Bone menyatakan kesiapan pemerintah untuk terus menjalin kolaborasi erat dengan MUI. Kerja sama ini dinilainya krusial dalam upaya mewujudkan pembangunan karakter dan moral bangsa, terutama di kalangan generasi muda, sebagaimana disampaikannya pada Minggu (19/20/2025).
Prof. Arfin, yang menjabat sebagai Kabid Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sulsel, memberikan penekanan khusus mengenai signifikansi agenda tahunan ini. Ia menyebut Rakerda sebagai sarana vital untuk mengokohkan posisi MUI sebagai penuntun umat sekaligus rekan kerja pemerintah yang strategis. Ke depan, MUI diharapkan mampu berperan sebagai mitra pembangunan yang menghadirkan masyarakat Islam yang cerdas, produktif, dan sejahtera. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara ulama, zuama, dan cendekiawan menjadi kunci utama dalam membangun fondasi moral bangsa.
Firman Ahmad, selaku ketua panitia pelaksana, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sokongan tulus berbagai elemen masyarakat serta solidaritas seluruh panitia yang bekerja bahu membahu. Lebih lanjut, ia membanggakan fakta bahwa penyelenggaraan Rakerda ini berhasil diwujudkan tanpa mengandalkan dana dari kas internal MUI Bone, melainkan murni dari gotong royong dan dukungan eksternal.
Sejumlah program kerja unggulan pun menjadi buah dari pertemuan tahunan ini, yang akan menjadi panduan kerja selama lima tahun ke depan. Bidang-bidang yang menjadi fokus utama mencakup penguatan dakwah, peningkatan mutu pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta optimalisasi peran sosial MUI di tengah masyarakat. Selain agenda program tersebut, momen ini juga dimanfaatkan untuk melantik jajaran pengurus Komite Dakwah Khusus (KDK). Komite ini nantinya bertanggung jawab atas tugas-tugas spesifik seperti pembinaan umat dari ancaman permurtadan, bahaya paham radikalisme, serta penanganan berbagai persoalan keumatan lainnya.
Dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan sikap profesional, MUI Kabupaten Bone bertekad untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan karakter dan moral bangsa. Pendekatan yang diusung pun menekankan pada nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, serta berorientasi pada kemaslahatan umat secara luas.

Tinggalkan Balasan