Kolomdata.id — Makassar – Tender pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya tuntas. Panitia pengadaan menetapkan PT Sinar Cerah Sempurna sebagai pemenang setelah menyisihkan 73 peserta lain yang ikut dalam proses lelang. Pengumuman itu disampaikan melalui laman resmi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Perusahaan tersebut mengajukan penawaran sebesar Rp334.208.700.285,26, angka yang sekaligus menjadi harga terkoreksi dalam tender. Nilai itu berada di bawah pagu anggaran proyek yang dipatok Rp350 miliar. Menurut pemberitaan, PT Sinar Cerah Sempurna merupakan kontraktor yang berbasis di Semarang.
Stadion Untia merupakan proyek infrastruktur olahraga strategis Pemerintah Kota Makassar. Pembangunannya direncanakan di atas lahan seluas sekitar 13 hektare di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Proyek dikerjakan dengan skema design and build atau rancang bangun serta pembiayaan tahun jamak atau multiyears untuk periode 2026–2027 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Makassar.
Setelah pengumuman pemenang, masih akan ada masa sanggah selama satu minggu. Bila tidak ada keberatan, dokumen akan diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen di Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Selanjutnya berlangsung proses administrasi berupa penetapan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, penandatanganan kontrak, dan pengurusan jaminan yang ditandai dengan terbitnya SPMK atau MC 0.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, sebelumnya menyatakan bahwa penentuan pemenang sepenuhnya menjadi kewenangan panitia pengadaan. Ia memperkirakan peserta tender mayoritas kontraktor berkualifikasi besar, mengingat nilai proyek di atas Rp100 miliar. “Pengalaman kami, proyek di atas Rp100 miliar biasanya diikuti BUMN,” ucapnya.
Makassar sendiri tengah menggarap dua stadion baru secara bersamaan. Selain Stadion Untia yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar, ada Stadion Sudiang yang dibangun di atas lahan 15 hektare di kawasan GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Proyek berkapasitas 27.000 penonton itu dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai penawaran Rp637,155 miliar dan pembiayaan multiyears dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum. Peletakan batu pertama stadion berstandar internasional tersebut dimulai pada Januari 2026.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking Stadion Untia ditargetkan berlangsung pada awal Oktober 2026. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada penimbunan lahan yang ditargetkan rampung dalam tiga bulan, dilanjutkan pengerjaan pondasi dan pemancangan yang direncanakan mulai Desember. Hingga akhir tahun, jenis pekerjaan yang berjalan adalah penimbunan, pondasi, serta pancang.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sejak awal menyebut proyek ini sebagai salah satu prioritas pembangunan kota dan menargetkan pemenang tender diumumkan pada September. Selain berfungsi sebagai fasilitas olahraga, kawasan stadion dirancang terkait dengan pengembangan pusat ekonomi baru di bagian timur Makassar. Kehadiran Stadion Untia diharapkan melengkapi sarana olahraga kota sekaligus memacu aktivitas ekonomi warga sekitar, mulai dari usaha kuliner hingga jasa pendukung pertandingan.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan