Kolomdata.id — Maros – Maskapai TransNusa resmi membuka kembali rute penerbangan langsung Makassar–Manado. Penerbangan perdana berlangsung pada Senin, 28 September 2026, dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan disambut tradisi penyiraman air atau water salute. Pembukaan rute ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas udara di Kawasan Timur Indonesia.

Pada tahap awal, layanan rute Manado–Makassar dan sebaliknya tersedia satu kali dalam sehari. Frekuensi penerbangan dijadwalkan bertambah menjadi dua kali sehari mulai 10 Oktober 2026. Untuk menarik penumpang, maskapai menawarkan harga tiket promo mulai Rp1,8 juta sekali jalan hingga Desember 2026. Penerbangan perdana dari Manado dilaporkan mengangkut 68 penumpang.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menuturkan bahwa kehadiran rute ini diharapkan mendorong wisatawan mengunjungi destinasi unggulan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, mulai dari kawasan Bunaken di Manado hingga sejumlah objek wisata di Sulawesi Selatan. Menurut dia, pembukaan rute tersebut juga memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu simpul transportasi udara di Kawasan Timur Indonesia.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut positif kembali beroperasinya TransNusa di Sulawesi Selatan setelah sempat terhenti pada masa pandemi COVID-19. Ia menilai konektivitas itu tidak hanya berdampak bagi Kabupaten Maros, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Sulawesi Selatan. “Dengan penerbangan ini, dalam satu hari masyarakat bisa pergi pagi dan kembali sore dari Manado,” ujarnya.

Direktur Utama sekaligus Executive Vice President PT TransNusa Aviation Mandiri, Bayu Sutanto, mengatakan rute baru ini memberi pilihan bagi masyarakat yang memiliki kepentingan bisnis, ekonomi, maupun pariwisata antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. “Mulai tanggal 10 Oktober, penerbangan Manado-Makassar diberikan dua kali sehari,” kata Bayu.

Sebelum membuka rute Manado–Makassar, TransNusa telah lebih dulu melayani rute Makassar–Palu. Perusahaan disebut terus mengembangkan jaringan penerbangannya. Di jaringan internasional, maskapai ini juga menyiapkan rute langsung Melbourne–Bali (Denpasar) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 19 Oktober 2026, dengan penjualan tiket yang telah dibuka sejak pertengahan September 2026.

Penambahan frekuensi penerbangan pada Oktober mendatang diharapkan membuat perjalanan antarkota di Sulawesi lebih fleksibel, terutama bagi pelaku usaha dan wisatawan yang ingin mengunjungi dua provinsi dalam satu hari. Bagi Pemerintah Kabupaten Maros dan Kota Makassar, bertambahnya konektivitas dinilai dapat menggerakkan sektor pendukung seperti perhotelan, kuliner, serta transportasi darat.

Rute langsung ini juga memangkas waktu perjalanan dibandingkan penerbangan dengan transit, sehingga mobilitas masyarakat antar wilayah di Sulawesi diperkirakan meningkat, termasuk pada akhir pekan dan masa libur panjang. Rute ini menghubungkan Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, sehingga penumpang tidak perlu lagi transit di Jakarta atau Surabaya.

Sumber: Fajar.co.id