KolomData.id – Luwu – Aksi tawuran yang melibatkan pelajar dan pemuda di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi. Pertemuan berlangsung di Kantor Camat Walenrang, Senin (14/9/2026), dengan menghadirkan pelajar dari SMK Negeri 3 Luwu, SMA Negeri 2 Luwu, dan SMK Negeri 4 Luwu bersama orang tua masing-masing. Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu memimpin langsung mediasi tersebut.

Dalam pertemuan itu, Dhevy mendorong seluruh pihak menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Ia meminta agar tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat tidak diulangi lagi oleh para pelajar yang terlibat. Menurutnya, persoalan ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi semua pihak, bukan sekadar penyelesaian sesaat.

Dhevy menekankan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam membina pelajar. Ketiga pihak itu dinilai punya tanggung jawab untuk memastikan pelajar tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang memicu konflik. Ia juga menekankan agar setiap masalah diselesaikan dengan cara yang baik, bukan melalui aksi kekerasan.

Mediasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur keamanan. Hadir dalam pertemuan itu Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, Kepala Satpol PP Luwu Andi Ibrahim Sikki, dan Kepala Dinas Pariwisata Luwu Mulianto Taro. Selain itu, hadir pula Camat Walenrang, Danramil Walenrang, serta para kepala sekolah dari tiga sekolah yang terlibat.

Keterlibatan lintas instansi dalam mediasi ini menunjukkan bahwa penanganan tawuran pelajar tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah. Aparat keamanan, pemerintah kecamatan, serta dinas terkait di Kabupaten Luwu ikut ambil bagian untuk memastikan persoalan diselesaikan secara menyeluruh. Orang tua para pelajar juga dilibatkan langsung agar ada pengawasan yang berkelanjutan di rumah.

Pemerintah Kabupaten Luwu bersama aparat keamanan dan pihak sekolah berkomitmen memperkuat koordinasi. Langkah ini ditempuh guna mencegah terulangnya aksi serupa di Kecamatan Walenrang maupun wilayah lain di Kabupaten Luwu. Koordinasi yang lebih rapat diharapkan mampu mendeteksi dini potensi konflik antar pelajar.

Penyelesaian secara damai ini menjadi penutup dari rangkaian aksi tawuran yang melibatkan pelajar dan pemuda di Kecamatan Walenrang. Kabupaten Luwu sendiri merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki sejumlah sekolah menengah, termasuk tiga sekolah yang terlibat dalam mediasi tersebut. Pendekatan kekeluargaan yang dipilih pemerintah daerah menegaskan bahwa pembinaan pelajar menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat atau sekolah semata.

Sumber: Harian Fajar