Perhelatan Road Race Bupati CUP II di Kabupaten Luwu Timur baru saja usai dengan menyisakan drama dan persaingan sengit di kelas-kelas utama. Dari serangkaian balapan yang digelar, tim kebanggaan Malili, GVK Racing Team, harus mengakui keunggulan lawan dan menuntaskan perlombaan dengan predikat runner-up. Meski gagal menjadi yang terbaik, penampilan yang ditunjukkan oleh anak asuh mereka berhasil memikat ribuan pasang mata yang hadir di sirkuit, membuktikan bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia di hadapan publik sendiri.
Kegagalan merebut gelar juara umum ini tidak lepas dari kegigihan rival terberatnya, Fahnisyar Nurjabad, yang tampil dominan sepanjang perlombaan. Namun, ada cerita heroik yang justru lahir dari balapan kelas standar bebek 2T 116cc. Di kelas inilah, pembalap andalan GVK Racing Team, Fahri Sandi, akhirnya bisa tersenyum lebar setelah berhasil naik ke podium tertinggi dan mempersembahkan kemenangan perdana bagi timnya. Kemenangan ini menjadi penebus atas hasil kurang memuaskan yang diraihnya di tiga kelas utama yang sempat diikutinya.
Kelas utama MP 2 menjadi pembuka pertarungan sengit antara dua rival abadi ini. Fahri Sandi yang mengawali balapan dari posisi terdepan langsung tancap gas dan memimpin jalannya lomba. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan hingga lap pertama usai. Pada putaran kedua, Fahnisyar Nurjabad berhasil menemukan celah dan melancarkan manuver menyalip yang sempurna. Selepas insiden itu, posisi puncak tidak pernah berubah hingga bendera finis dikibarkan setelah 7 lap. Fahri Sandi pun harus mengubur asanya dan mengakui keunggulan sang rival dengan mengamankan posisi kedua.
Berlanjut ke kelas MP 1, persaingan kian memanas dengan susunan start yang cukup ketat. Fahri Sandi memulai lomba dari grid kedua, tepat di belakang Fahnisyar Nurjabad yang menjadi pole position. Di belakang mereka, Handi Prakarsa Tauhatu dan Iswandi Muis bersiap untuk memberikan kejutan. Sepanjang balapan, Fahri Sandi tampak berjuang keras. Ia sempat terlempar ke posisi kelima sebelum akhirnya mulai menunjukkan taringnya di lap keempat dengan melakukan serangkaian aksi menyalip. Fahnisyar Nurjabad saat itu sudah melesat jauh di depan, nyaris mustahil untuk dikejar. Kegigihan Fahri Sandi akhirnya membuahkan hasil dengan merebut posisi ketiga dari Iswandi Muis, namun ia tetap tertahan di belakang Handi Prakarsa Tauhatu yang berada di urutan kedua hingga balapan usai.
Alih-alih berakhir biasa, balapan kelas MP 1 ini menyimpan kejutan besar di meja juri. Fahnisyar Nurjabad yang finis terdepan harus rela kehilangan gelar juara karena terkena sanksi administratif. Ia terbukti melakukan kesalahan start atau jump star saat lampu hijau menyala. Dengan adanya hukuman ini, maka terjadi perombakan total pada klasemen akhir. Handi Prakarsa Tauhatu secara resmi dinobatkan sebagai pemenang pertama, disusul Fahri Sandi di posisi runner-up, dan Fahnisyar Nurjabad yang harus puas menduduki tangga ketiga.
Dengan hasil tersebut, peluang GVK Racing Team untuk menjadi juara umum sejatinya masih terbuka lebar. Semua harapan pun digantungkan pada balapan pamungkas di kelas standar bebek 125 CC. Jika Fahri Sandi mampu mengamankan posisi terdepan, maka gelar juara umum akan menjadi milik mereka. Sayangnya, Fahnisyar Nurjabad kembali menjadi duri dalam daging. Ia tampil sangat solid di depan dan tidak memberi celah sedikit pun. Meski Fahri Sandi sempat dua kali berhasil melewatinya di lap keempat dan kelima, Fahnisyar Nurjabad selalu mampu membalas dan merebut kembali posisinya. Kegagalan demi kegagalan ini akhirnya memaksa GVK Racing Team untuk menerima kenyataan pahit dan keluar sebagai runner-up, sementara Fahnisyar Nurjabad dinobatkan sebagai juara umum.
Fahri Sandi mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang diraihnya di kelas standar 125 CC tersebut. Ia merasa sudah berusaha maksimal namun harus menghadapi kendala teknis pada motornya di momen krusial. Pada dua putaran terakhir, motornya kehilangan tenaga dan terasa buntu saat gas ditarik penuh. Ia mencoba memaksakan diri di lap terakhir, namun kondisi motor tidak mendukung sama sekali sehingga ia harus pasrah membiarkan lawannya menjauh. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena mampu memberikan kemenangan bagi timnya di kelas bebek 2T 116 cc dan menutup gelaran Bupati CUP II ini dengan hasil yang cukup memuaskan.

Tinggalkan Balasan