Kolomdata.id — Jakarta – Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi berakhir pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kontingen Indonesia menutup perjuangan di peringkat ke-16 klasemen akhir dengan koleksi 39 medali. Perolehan itu terdiri dari 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Meski jumlah emas menurun dibandingkan edisi Asian Games 2022 di Hangzhou, raihan kali ini tercatat melampaui target resmi yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Lima medali emas Indonesia disumbangkan dari empat cabang olahraga, yaitu bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Sementara 11 medali perak diraih dari cabang bulu tangkis, voli pantai, esports yang menyumbang dua medali, padel, dayung dengan dua medali, sepak takraw, menembak, selancar, hingga teqball. Adapun 23 medali perunggu dipersembahkan dari sejumlah nomor, antara lain wushu dengan lima medali, bulu tangkis dan sepak takraw masing-masing tiga medali, sepeda mountain bike dan karate masing-masing dua medali, serta kano sprint, sepeda BMX racing, MMA, padel, menembak, soft tennis, teqball, dan angkat besi.
Salah satu capaian bersejarah datang dari cabang panahan. Pemanah Nurisa Dian Ashrifah menyumbangkan emas kelima Indonesia dari nomor compound women’s individual setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor 139-137. Hasil itu mencatatkan sejarah sebagai medali emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games. Prestasi tersebut menambah warna pada perjalanan kontingen Merah Putih di Jepang.
Upacara penutupan berlangsung di stadion di Kota Nagoya, Jepang. Rangkaian acara dimulai pukul 18.00 waktu setempat atau 16.00 WIB. Perwakilan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Jepang mengibarkan bendera tuan rumah sebelum lagu kebangsaan Jepang berkumandang. Acara dilanjutkan dengan pertunjukan kebudayaan serta masuknya bendera negara-negara peserta ke lapangan sebagai penanda berakhirnya pesta olahraga terbesar di Asia itu.
Atlet tenis Meydiana Laviola Reinnamah dipercaya membawa bendera Merah Putih dalam defile kontingen Indonesia. Ia tampil mengenakan kebaya merah berbahan sutra yang mengangkat keindahan Prada Bali, dipadukan sarung tenun songket Bali berwarna putih. Motif Prada Bali diaplikasikan melalui teknik hand-screen printing berwarna emas dan diperkaya bordir benang emas. Perpaduan merah dan putih itu menghadirkan interpretasi warna Merah Putih sekaligus mengangkat identitas budaya Indonesia di panggung Asia.
Pada klasemen akhir, China keluar sebagai juara umum dengan 169 medali emas, 89 perak, dan 83 perunggu. Posisi puncak itu menegaskan dominasi China sepanjang gelaran. Bagi Indonesia, capaian 39 medali menjadi modal sekaligus bahan evaluasi, terutama untuk pembinaan cabang-cabang yang belum menyumbangkan medali. Penurunan jumlah emas dibanding edisi sebelumnya menjadi catatan tersendiri bagi pembinaan atlet menuju agenda olahraga berikutnya.
Kontingen Indonesia diharapkan menjadikan hasil ini sebagai pijakan memperbaiki pembinaan atlet di tingkat nasional maupun daerah. Sejumlah cabang yang tampil menjanjikan dinilai perlu memperoleh dukungan berkelanjutan agar mampu bersaing di level Asia. Evaluasi menyeluruh atas persiapan, fasilitas, dan sistem kompetisi nasional disebut menjadi kunci untuk meningkatkan perolehan medali pada gelaran olahraga internasional berikutnya.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan