KolomData.id – Makassar – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan Andi Iwan Darmawan Aras menyambut baik pergantian Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Ia berharap momentum itu dipakai untuk memperkuat sektor riil sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Suahasil Nazara resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dari Makassar, Andi Iwan Darmawan Aras yang akrab disapa AIA menilai kebijakan fiskal ke depan perlu lebih berpihak kepada daerah penghasil. Sulsel disebutnya sebagai salah satu motor ekonomi Indonesia timur yang menopang sektor pertanian, perikanan, perdagangan, hingga jasa. Menurutnya, tanpa keberpihakan fiskal kepada daerah seperti Sulsel, denyut ekonomi nasional tidak akan berjalan seimbang karena wilayah penghasil selama ini menjadi penopang utama produksi dan distribusi barang.
Kadin Sulsel juga menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya realistis bila sektor riil, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah, diberi ruang gerak yang lebih luas. Usaha mikro, kecil, dan menengah adalah unit usaha berskala kecil yang menjadi tulang punggung lapangan kerja dan konsumsi rumah tangga. Karena itu, ruang gerak yang lebih luas bagi mereka dinilai menjadi prasyarat agar target pertumbuhan tersebut tidak berhenti sebagai angka di atas kertas.
AIA menambahkan, dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi dan kemudahan berinvestasi agar roda produksi berjalan stabil. Dengan begitu, dampak kebijakan pusat bisa langsung terasa hingga tingkat kabupaten dan kota. Kepastian regulasi dan kemudahan berinvestasi menyangkut iklim usaha yang dapat diprediksi, mulai dari proses perizinan hingga kepastian aturan yang tidak berubah-ubah, sehingga pelaku usaha berani menanamkan modal dan memperluas produksi.
Harapan Kadin Sulsel ini muncul di tengah pergantian posisi Menteri Keuangan yang berlangsung di Kabinet Merah Putih. Suahasil Nazara resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian itu menjadi momentum yang dianggap tepat untuk menata ulang arah kebijakan fiskal, terutama yang menyentuh langsung kepentingan daerah dan pelaku usaha di sektor riil.
Sebagai organisasi yang menaungi pelaku usaha, Kadin Sulsel berharap kebijakan fiskal ke depan tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan nasional, tetapi juga memperhitungkan kontribusi daerah penghasil. Sulsel, dengan sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa yang saling terhubung, disebut sebagai salah satu motor ekonomi Indonesia timur. Jika sektor-sektor itu diberi ruang gerak yang lebih luas, dampaknya diyakini menjalar ke kabupaten dan kota.
Dengan begitu, momentum pergantian Menteri Keuangan menjadi titik penting bagi dunia usaha di daerah. Kadin Sulsel menempatkan sektor riil dan UMKM sebagai kunci, sekaligus menuntut kepastian regulasi serta kemudahan berinvestasi agar roda produksi tetap stabil. Bagi Sulsel, keberpihakan kebijakan fiskal bukan sekadar soal angka, melainkan soal menjaga denyut ekonomi Indonesia timur yang bertumpu pada pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan