Luwu Timur baru saja mengalami perombakan besar-besaran di tubuh kepolisian sektoralnya. Hampir seluruh lini, mulai dari pejabat utama hingga kepala kepolisian sektor, mengalami pergeseran posisi dalam satu waktu. Momen ini dijadikan panggung oleh Kapolres untuk menegaskan sikapnya yang paling prinsip, yakni pembinaan dan evaluasi ketat terhadap seluruh personel, sembari menekankan bahwa rotasi adalah siklus organisasi yang wajar namun harus dijadikan pembelajaran.

Perombakan itu melibatkan sederet nama di jajaran Polres Luwu Timur. Di lingkungan Satres Narkoba, posisi yang sebelumnya dipegang AKP Andi Imran kini diserahkan kepada AKP Nasaruddin, karena AKP Andi Imran mendapat penugasan baru sebagai Kasatres Narkoba Polres Jeneponto. Sementara itu, AKP Jumadi yang dahulu memimpin Satlantas Polres Luwu Timur kini beralih ke Dit Lantas Polda Sulsel dan posisinya diisi oleh Iptu Agusnawan. Perubahan juga terjadi di tingkat Polsek, di mana AKP Muhajir yang sebelumnya menjabat Kapolsek Wotu, kini dipercaya memimpin Polsek Bone-Bone di wilayah Polres Luwu Utara.

Kemudian, di jajaran Kapolsek, pergeseran terjadi secara berantai. AKP Eli Kendek yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolsek Malili, kini berpindah menjadi Kapolsek Wotu, dan posisi yang ia tinggalkan diisi oleh Iptu Awaluddin yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tomoni Timur. Selanjutnya, jabatan Kapolsek Tomoni Timur diserahkan kepada IPDA Jefir Alang Ramba, sementara Kapolsek Wasuponda yang sebelumnya dipegang Iptu Ahmar Wijaya kini beralih ke Iptu Tommy Dee, dan Iptu Ahmar Wijaya sendiri ditugaskan menjadi Kapolsek Burau. Untuk posisi Kapolsek Burau, jabatan yang ditinggalkan AKP Andi Muhtar kini diisi oleh Iptu Ahmar Wijaya, sedangkan AKP Andi Muhtar sendiri mendapatkan posisi baru sebagai Kasat Binmas Polres Luwu Timur.

Dalam kesempatan yang berlangsung di Mako Polres Luwu Timur yang baru, yang berlokasi di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili pada Rabu lalu, Kapolres AKBP Zulkarnain menyampaikan bahwa rotasi adalah bagian dari dinamika yang lumrah di setiap institusi. Namun, ia menekankan bahwa momen ini harus dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh anggota untuk terus berbuat baik tanpa henti. Ia menegaskan bahwa prinsipnya adalah selalu siap membantu siapa pun, memberikan pertolongan kepada siapa pun, dan berbuat baik kepada siapa pun, dengan harapan agar institusi kepolisian dicintai oleh seluruh masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Zulkarnain juga mengingatkan seluruh personel untuk menghindari pelanggaran sekecil apa pun. Ia menyadari bahwa polisi saat ini berada di bawah sorotan publik yang tajam. Jika ada anggota yang bertindak demi kepentingan pribadi atau melanggar norma adat yang hidup di tengah masyarakat, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh institusi secara keseluruhan. Ia bahkan menyayangkan jika upaya baik yang telah dibangun justru dirusak oleh satu atau dua oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres dengan nada yang sangat tegas, di mana ia tidak memberikan ruang toleransi sedikit pun terhadap pelanggaran. Ia bahkan mengulangi pernyataannya dua kali agar pesan itu benar-benar tertanam di benak seluruh anggota yang hadir pada acara sertijab tersebut. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa seluruh pejabat yang baru dilantik akan segera menjalani proses evaluasi yang ketat, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pelanggaran sekecil apa pun yang mungkin terjadi.

Kapolres mengingatkan bahwa jika ada pejabat yang mengabaikan aturan, maka hal tersebut sama saja dengan melakukan tindakan yang fatal terhadap kepercayaan yang telah diberikan. Ia menutup arahannya dengan harapan agar seluruh anggota Polri dapat menjadi agen perubahan dan teladan yang baik bagi seluruh lapisan masyarakat.