Jakarta menjadi saksi bagi pelaksanaan Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin yang telah dipastikan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026. Keputusan tersebut merupakan buah dari konsultasi langsung antara Ketua Majelis Wali Amanat dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada hari sebelumnya. Rapat koordinasi yang digelar Panitia Pemilihan Rektor pada Rabu, 7 Januari 2026, di Ruang Rapat MWA Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas menjadi momentum penetapan akhir jadwal dan lokasi tersebut.

Sebelumnya, wacana pelaksanaan Pilrek memang sempat mengemuka pada pertengahan Januari 2026. Informasi ini pertama kali disampaikan saat Menteri Dikti Saintek, Prof Brian Yuliarto, melakukan sesi wawancara dengan tiga kandidat rektor pada Senin, 22 Desember 2025. Berbagai pertimbangan, terutama agenda para anggota MWA yang berasal dari unsur masyarakat dan ex-officio, turut memengaruhi keputusan akhir ini. Dengan memilih Jakarta, diharapkan seluruh anggota MWA dari unsur masyarakat dapat hadir tanpa hambatan berarti.

Persiapan teknis pelaksanaan pemilihan kini tengah digencarkan oleh PPR. Pemilihan sendiri akan berlangsung dalam format Rapat Paripurna Terbuka Luar Biasa, di mana tiga calon rektor akan memaparkan kertas kerja mereka. Ketiga kandidat tersebut adalah Prof Budu, Prof Jamaluddin Jompa, dan Prof Sukardi Weda, yang masing-masing akan menyampaikan visi dan program kerjanya di hadapan para anggota MWA. Sesi tanya jawab yang dipandu oleh Prof Andi Pangerang Moenta akan menjadi ajang pendalaman materi bagi para anggota sebelum mengambil keputusan.

Setelah proses pemaparan dan diskusi terbuka selesai, MWA akan melanjutkan ke tahap rapat tertutup. Dalam forum tertutup tersebut, mekanisme pengambilan keputusan akan ditentukan, apakah melalui jalur musyawarah mufakat atau pemungutan suara. Seluruh rangkaian acara ini direncanakan berlangsung dalam satu hari yang sama di ibu kota, memastikan seluruh tahapan berjalan efisien dan efektif bagi semua pihak yang terlibat.