Persoalan kesenjangan yang mencolok antara porsi kontrak untuk badan usaha dalam negeri dibandingkan dengan pelaku bisnis lokal di wilayah tambang akhirnya memantik respons serius dari pimpinan daerah. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, berencana memanggil manajemen PT Vale Indonesia untuk mendiskusikan hal ini secara khusus.

Angka yang termuat dalam laporan berkelanjutan PT Vale mengungkap fakta yang cukup ironis. Sepanjang tahun 2024, dari total pemasok yang dilibatkan, perusahaan berskala nasional mendominasi dengan 632 kontraktor atau setara 62 persen. Sementara itu, entitas bisnis internasional memperoleh 235 proyek (23 persen), dan kontraktor dari daerah hanya kebagian 151 pekerjaan atau 15 persen saja.

Jika menoleh ke belakang, pola yang sama juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, porsi untuk perusahaan lokal tercatat 158 unit atau 17 persen. Adapun perusahaan nasional dan internasional masing-masing mengantongi 629 (66 persen) dan 163 (17 persen). Situasi serupa bahkan lebih timpang terjadi pada 2022, di mana 2.054 perusahaan nasional mendominasi rantai pasok, sementara hanya 301 perusahaan lokal yang dilibatkan, berbanding dengan 432 perusahaan asing.

Kondisi ini dinilai tidak sehat dan menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi pemerintah kabupaten. Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa ketidakseimbangan tersebut selama ini memang menjadi sorotan utamanya. Ia berkomitmen untuk segera menggelar pertemuan dengan pihak PT Vale dalam waktu dekat guna mencari jalan keluar bersama agar pelaku usaha lokal tidak terus-terusan tersisihkan.

Melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada awak media pada Selasa, 24 Juni 2025, orang nomor satu di Luwu Timur itu mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah lama ia perhatikan dan kini waktunya untuk dibahas secara serius. Ia berharap solusi konkret bisa lahir dari dialog tersebut sehingga perusahaan lokal memiliki daya saing dan ruang yang lebih luas.

Hingga berita ini disusun, Irwan belum memberikan penjelasan tambahan mengenai langkah lanjutan atau jadwal pasti pertemuan tersebut. Ia diketahui tengah menghadiri undangan acara di Kementerian Pertanian bersama Ketua Umum HKTI, yang juga Presiden Prabowo Subianto.